Berbagi Pengetahuan BPRS Botani IPB University dengan Kopmu Darut Tauhiid

Direktur Operasional BPRS Botani IPB University , Iwan Rudi Saktiawan, SSi, MAg, CIRBD baru-baru ini tampil dalam acara Peningkatan Sumber Daya Manusia Tematik Persatuan Pemberdayaan Masyarakat Daarut Tauhiid (Kopmu), Bandung. Kopmu-DT merupakan salah satu lembaga di bawah Pondok Pesantren Daarut Tauhiid yang dipimpin oleh KH Abdullah Gymnastyar yang juga dikenal dengan sebutan Aa Gym.

Kegiatan tersebut dilakukan secara online dan diikuti oleh 35 staf dari 6 cabang Kopmu-DT. Tema kegiatannya adalah “Adaptasi Lembaga Pemberdayaan Ekonomi di Era Adaptasi Baru”.

Selain berbagi pengalaman selamat dari pandemi COVID-19 oleh BPRS Botani, Iwan juga menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 telah mengubah tren dunia. Perubahan yang dimaksud adalah pergantian kekuasaan, yang sebelumnya ada dalam kecenderungan perusahaan menjadi komunitas dan ekonomi global menjadi ekonomi lokal. Hal ini tentunya menjadi peluang bagi serikat pekerja, termasuk Kopmu, untuk mengembangkan usaha dan memberdayakan anggotanya, karena Kopmu DT berbasis masyarakat dan didorong untuk mengembangkan ekonomi lokal.

“Sebagai bagian internal Daarut Tauhiid kami telah menemukan materi yang mendukung aspek syariah, dalam aspek keuangan mikro syariah dan pemberdayaan, kami mengundang BPRS Botani IPB University sebagai pembicara utama. Pengalaman Pak Iwan sejak tahun 1994 dalam keuangan mikro syariah dan kepemimpinannya di BPRS Botani diharapkan bisa menjadi masukan kita untuk pengembangan bisnis Kopmu DT. Apalagi pandemi COVID-19 berdampak besar pada sektor ekonomi, termasuk terhadap anggota kami yang berstatus UMKM, sekitar 3093 ”. kata Hani Hanifah, Ketua Pengurus Kopmu-DT.

Lebih lanjut Hani menjelaskan, ada sekelumit visi antara BPRS Botani dan DT, yaitu tentang dukungan dari aspek sociopreneur. Sebagai bagian dari IPB University, pengembangan sociopreneur yang dilakukan BPRS Botani diperkaya dengan penerapan iptek dari universitasnya sehingga menghasilkan istilah sociotechnopreneur . Sedangkan unit usaha DT merupakan bagian dari pondok pesantren yang sangat kental dengan aspek religiusnya sehingga dikenal dengan religiosociopreneur.

Adapun bagi BPRS Botani, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan misinya yaitu menjadi sumber pembelajaran keuangan syariah. Kedepannya diharapkan lebih banyak lagi sharing yang dapat dilakukan kepada berbagai pihak. Semoga BPRS Botani dapat menjadi sebagai showcase kepiawaian IPB University di bidang perbankan syariah, ”jelas Iwan.

Sumber: https://ipb.ac.id/news

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *