Menjelang akhir tahun 2025, seorang muslim sebaiknya memaknai momen ini sebagai waktu untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Pergantian tahun bukanlah perayaan ritual khusus dalam Islam, namun ia dapat menjadi kesempatan untuk menilai kembali perjalanan hidup selama setahun ke belakang—bagaimana kualitas ibadah, hubungan dengan sesama, amanah yang dijalani, serta sejauh mana hati tetap terhubung dengan Allah. Dalam Al-Qur’an, Allah mengingatkan agar setiap hamba memperhatikan amal yang telah ia persiapkan untuk hari esok, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Hasyr ayat 18. Karena itu, akhir tahun dapat dijadikan waktu untuk menenangkan hati, merenungkan kesalahan, dan bertekad memperbaiki diri.
Pada saat yang sama, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan taubat, sebab tidak ada manusia yang bebas dari dosa. Rasulullah ﷺ sendiri banyak beristighfar dalam sehari, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari. Menutup tahun dengan memperbanyak doa, memohon ampunan, dan berharap kebaikan dunia serta akhirat merupakan sikap yang mulia, karena inti dari perjalanan hidup seorang hamba adalah kembali kepada Allah dengan hati yang bersih. Selain itu, menjaga hubungan baik dengan keluarga dan sesama, memaafkan, serta memperbaiki silaturahmi juga menjadi bagian dari amalan yang bernilai. Hal tersebut sejalan dengan ajaran Nabi ﷺ bahwa silaturahmi dapat melapangkan rezeki dan memanjangkan umur.
Terkait pertanyaan apakah ada doa khusus menjelang akhir tahun, para ulama menjelaskan bahwa tidak terdapat doa khusus pergantian tahun yang berasal dari Rasulullah ﷺ dengan riwayat yang shahih. Doa-doa yang sering beredar sebagai doa akhir atau awal tahun pada umumnya tidak memiliki dasar yang kuat dalam hadis. Namun demikian, bukan berarti seorang muslim tidak boleh berdoa di waktu tersebut. Justru yang dianjurkan adalah memperbanyak doa-doa yang shahih dan umum, seperti doa memohon ampunan serta doa kebaikan dunia dan akhirat sebagaimana yang terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 201. Doa-doa ini dapat dipanjatkan kapan saja, termasuk di akhir tahun.
Memasuki tahun 2026, seorang muslim dapat menyusun resolusi hidup dengan niat yang lurus dan tujuan yang baik. Resolusi dalam Islam bukan hanya tentang tujuan dunia, tetapi juga ikhtiar untuk memperbaiki diri, mendekatkan diri kepada Allah, dan menjaga konsistensi dalam amal kebaikan. Setiap rencana hendaknya disertai doa, usaha, dan tawakal, sebagaimana perintah Allah dalam QS. Ali Imran ayat 159 tentang pentingnya bertawakal setelah bertekad. Rasulullah ﷺ juga mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara konsisten meskipun sedikit. Karena itu, resolusi yang sederhana namun istiqomah lebih bernilai daripada niat besar yang tidak terlaksana. Dengan hati yang berserah diri, doa yang tulus, serta usaha yang sungguh-sungguh, seorang muslim berharap agar setiap langkah di tahun baru membawa keberkahan dan ridho Allah.
Selain memperbaiki ibadah dan hubungan dengan Allah, ada juga hal yang tak kalah penting yaitu mengatur kondisi finansial agar lebih tertata, halal, dan penuh keberkahan juga tidak kalah penting. Seorang muslim dianjurkan untuk memastikan bahwa harta yang dimiliki dikelola dengan baik, dijauhkan dari praktik yang meragukan, serta diarahkan pada hal-hal yang memberi manfaat dan maslahat. Bila ingin menabung atau berinvestasi agar lebih tenang dan insyaAllah berkah, maka memilih produk keuangan berbasis syariah merupakan langkah yang bijak. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan layanan tabungan dan pembiayaan syariah di BPRS Botani, yang berkomitmen menghadirkan pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah.
Sumber rujukan:
Al-Qur’an: QS. Al-Hasyr: 18; QS. Al-Baqarah: 201; QS. Ali Imran: 159.
Shahih Bukhari dan Shahih Muslim: hadis tentang istighfar, silaturahmi, dan amal yang paling dicintai Allah.
Imam Nawawi, Riyadhus Shalihin (bab taubat dan muhasabah).
Penjelasan ulama terkait doa akhir/awal tahun yang tidak memiliki riwayat sahih.

